HarDikNas atau yang
kita kenal dengan hari pendidikan nasional adalah hari dimana kita memperingati
hari kelahiran dari bapak pendidikan kita yaitu Ki Hadjar Dewantara. Selain kita
memperingati hari kelahiran dari bapak pendidikan kita juga memperingati
tentang perjuangan nya untuk membuat rakyat Indonesia menjadi pintar dan
dirinya membangun Taman Siswa untuk kaum pribumi jelata yang tidak mampu untuk
mengenyam bangku sekolah.
Tanggal
2 mei bertepatan dengan hari lahir bapak pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara
terlahir di keluarga orang kayapada era penjajahan Belanda. Ia di kenal karena
berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah hindia pada masa itu, yang hanya
memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda dan anak-anak orang kaya saja yang
boleh bersekolah dan merasakan pendidikan.
Selain
keberanian nya menentang kebijakan pendidikan pemerintahan Belanda dirinya juga
pernah membuat sebuah buku yang isi nya banyak tulisan yang sangat tajam
terutama ditujukan untuk pemerintahan Belanda pada saat itu, salah satu buku
nya yaitu “ Als Ik Eens nederlander Was “ (Seandainya Aku Seorang
Belanda). Salah satu petikan kata-kata dari bukunya adalah sebagai
“Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan
menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah
merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak
adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan
untuk dana perayaan itu. Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah
menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan
penghinaan lahir dan batin itu! “Kalau aku seorang Belanda” Apa yang
menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan
bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia
sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun“.
Karena tulisannya tersebut
Ki Hajar Dewantara diasingkan ke pulau Bangka namun dipindahkan ke Belanda
karena pembelaan Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesumo , sepulangnya ke
Indonesia Ki Hadjar Dewantara membangun National Onderwijs Instituut Tamansiswa
(Perguruan Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922 yang menjadi awal dari konsep
pendidikan nasional.
Ki Hadjar Dewantoro
akhirnya meninggal pada 28 April 1958 dan Pemerintah menetapkan tanggal 2 Mei
sebagai Hari Pendidikan Nasional sejak tahun 1959 sebagai penghargaan atas
jasa-jasanya di bidang pendidikan.
Beliau dikenal dengan semboyan
nya yang sering kita lihat di lambang pendidikan kita yaitu Tut Wuri Handayani,
“Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”. Arti dari
semboyan ini adalah tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa
memberikan dorongan dan arahan). Lalu ing madya mangun karsa (di tengah atau di
antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide). Ing ngarsa sung tulada
(di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang
baik).
Dengan perjuangannya demi membela hak orang indonesia yang tidak bisa merasakan rasa nya pendidikan dan dengan ini kita harus terus mengingat jasanya dengan terus memperingati hari pendidikan nasional atau hari lahir dari Ki Hadjar Dewantara
Dengan perjuangannya demi membela hak orang indonesia yang tidak bisa merasakan rasa nya pendidikan dan dengan ini kita harus terus mengingat jasanya dengan terus memperingati hari pendidikan nasional atau hari lahir dari Ki Hadjar Dewantara

No comments:
Post a Comment